
Destilasi Bertingkat
25 Mei 2012 Tinggalkan komentar
in Organik
Kalibrasi pH meter
04 Feb 2012 Tinggalkan komentar
in Kalibrasi
- Rendam sebentar elektroda dalam akuades, bilas berkali-kali dengan menggunakan botol semprot (gunakan gelas kimia 250 mL untuk menampung air sisa semprotan.
- Keringkan dengan menggunakan kertas tissue (pastikan elektroda kering).
- Rendam dalam larutan bufer pH 7 (dalam gelas kimia 100 mL atau langsung dalam botol kecil) beberapa saat (untuk mencapai kesetimbangan). “On” kan pHmeter.
- Tunggu beberapa saat. Bacalah skala pH. Bila pH terbaca tidak sama dengan 7 putarlah tombol penyesuai pH, agar pH menjadi terbaca 7.
- Cuci elektroda dengan akudes berulang-ulang. Keringkan
- Celupkan elektroda ke dalam larutan bufer pH 4, biarkan beberapa saat. Bacalah pH pada skala pH alat. pembacaan harus menunjukkan pH 4 ± 0,02.
- Lakukan pekerjaan yang sama seperti di atas, tetapi menggunakan larutan bufer pH 7, pembacaan harus menunjukkan pH 7 ± 0,02.
- Apabila hasil pembacaan di luar range yang telah ditetapkan artinya pHmeter tidak terkalibrasi.
Kalibrasi Alat Gelas Kimia
04 Feb 2012 Tinggalkan komentar
in Kalibrasi
Kalibrasi Buret
- Membersihkan buret yang akan dikalibrasi, mengeringkan buret dengan baik, memberi pelumas pada kran penutup dengan baik
- Menimbang gelas kimia sebagai alas timbang dengan menggunakan neraca analitis dan mencatat hasil penimbangan tersebut
- Mengisi buret dengan aquades
- Mengeringkan bagian atas buret dengan kertas saring
- Mengeluarkan aquades dari buret sebanyak per 5 ml (untuk buret mikro, maka penurunannya per milimeternya dikecilkan) dan mengisikannya ke dalam gelas kimia yang telah ditimbang tadi
- Menimbang kembali botol timbang yang telah berisi aquadest dengan menggunakan neraca analitis (menjepit botol timbang dengan pinset)
- Mencatat hasil penimbangan tersebut
- Membawa kembali ke meja kerja
- Mengukur suhu dengan menggunakan thermometer
- Mencatat suhu yang didapat
- Melakukan kegiatan di atas untuk buret dengan volume 10, 15, 20, 25, 30, 35, dan 40 ml
- Untuk volume 20 ml sampai 40 ml dengan menggunakan gelas kimia 50 ml
Kalibrasi Labu ukur 50 ml
- Menimbang labu ukur kosong dengan neraca analitik
- Mengambil aquadest dan memasukkannya kedalam labu ukur 50 ml tersebut (sampai kira-kira 1 cm dibawah tanda tera)
- Membersihkan labu ukur bagian atas dengan garis tera dengan menggunakan kertas saring.
- Menghimpitkan miniskus bawah dengan garis tera labu
Kalibrasi Pipet Volumetri
04 Feb 2012 Tinggalkan komentar
in Kalibrasi
Pipet volumetri merupakan alat untuk mengukur volume cairan dalam skala yang kecil. Pipet harus ditera dulu sebelum digunakan agar cairan yang dikeluarkan dari pipet tersebut keluar tepat secara kuantitatif. Namun walaupun demikian, hasil dari pemipetan tersebut tidaklah tepat 100%, pasti terdapat kesalahan yang namanya galat.
Ada dua kelompok kesalahan dapat mempengaruhi akurasi atau presisi dari nilai terukur. Kesalahan pasti adalah suatu kesalahan yang dapat ditentukan dan dapat dihindari atau dikoreksi. Kesalahan ini biasanya konstan, misalnya pada kasus timbangan yang tak terkalibrasi yang biasanya digunakan untuk penimbangan, kesalahan ini kadang-kadang bervariasi, tetapi dapat dihitung dan dikoreksi, seperti suatu buret yang mempunyai kesalahan pada pembacaan volumenya. Kesalahan tak pasti atau kesalahan acak yaitu suatu kesalahan pengukuran yang terjadi secara tak tentu. Kesalahan ini tidak dapat diramalkan atau diduga. Kesalahan ini mengikuti pola distribusi acak. Jadi persamaan matematika mengenai probabilitas dapat diterapkan pada beberapa kesimpulan dari hasil pengukuran yang mungkin pada sederatan pengukuran. Kesalahan tidak pasti sesungguhnya dikarenakan kemampuan yang terbatas dari analisis.
Kalibrasi Pipet Volume
- Menimbang botol timbang tanpa penutup sebagai alat timbang dengan neraca analitis, catat hasil menimbang (menjepit botol timbang dengan pinset)
- Mengambil aquades dengan menggunakan pipet volume
- Mengisikan aquades dari pipet volume ke dalam botol timbang
- Jika pipet yang dikalibrasi adalah pipet ukur berskala, maka pembacaan hasil penimbangan dilakukan setiap ml-nya
- Mencatat hasil penimbangan tersebut
- Membawa botol timbang tersebut ke meja kerja
- Mengukur suhu dengan menggunakan thermometer
- Melakukan kegiatan 1 sampai 7 untuk pipet volume 5 ml dan 10 ml
- Untuk pipet volume 25 ml, botol timbang diganti dengan gelas kimia 80 ml dan melakukan kegiatan 1 – 7
Contoh Perhitungan :
Pipet Volume 5 ml
Berat Alas + aquades = 18,1291 gram
Berat Alas = 13,1111 gram
Berat air yang ditimbang = 5,0180 gram
Massa jenis air pada suhu = 280C adalah 1,0048
Volume sesungguhnya = berat air yang ditimbang x massa jenis air (tabel)
= 5,0180 x 1,0048
= 5,0420 ml à selisih = 5,0420 – 5,0180 = 0,024
Maka, nilai toleransi pada pipet volume 5 ml tersebut adalah 0,024
Tabel toleransi untuk Alat Kaca Volumetri
|
Kapasitas sama atau kurang dari |
Pipet Transfer |
Buret |
Labu Ukur |
|
2 |
0,006 |
– |
– |
|
5 |
0,01 |
0,01 |
– |
|
10 |
0,02 |
0,02 |
– |
|
25 |
0,03 |
0,03 |
0,03 |
|
50 |
0,05 |
0,05 |
0,05 |
|
100 |
0,08 |
0,10 |
0,08 |
|
200 |
0,10 |
– |
0,10 |
|
500 |
– |
– |
0,15 |
|
1000 |
– |
– |
0,30 |
Sumber : Underwood, Edisi 6
Tabel Volume 1 gram air ditimbang dalam udara dengan batu timbangan baja pada berbagai temperatur.
|
0C |
ml |
0C |
ml |
|
10 |
1,0013 |
21 |
1,0030 |
|
11 |
1,0014 |
22 |
1,0033 |
|
12 |
1,0015 |
23 |
1,0035 |
|
13 |
1,0016 |
24 |
1,0037 |
|
14 |
1,0018 |
25 |
1,0040 |
|
15 |
1,0019 |
26 |
1,0043 |
|
16 |
1,0021 |
27 |
1,0045 |
|
17 |
1,0022 |
28 |
1,0048 |
|
18 |
1,0024 |
29 |
1,0051 |
|
19 |
1,0026 |
30 |
1,0054 |
|
20 |
1,0028 |
31 |
1,0056 |
Sumber : Underwood, edisi 6
Kimia Organik vs Kimia Anorganik
28 Jan 2012 Tinggalkan komentar
in Organik
A. SEJARAH SINGKAT
Pada awal perkembangan ilmu kimia sebagai suatu ilmu pengetahuan, berlaku klasifikasi senyawa kedalam senyawa organik dan senyawa anorganik berdasarkan asal usul senyawa. Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup digolongkan dalam senyawa organik, sedangkan yang berasal dari mineral digolongkan dalam senyawa anorganik. Pada waktu itu diyakini bahwa senyawa organik hanya dapat tejadi oleh adanya pengaruh dari daya yang dimiliki makhluk hidup ( vital force atau vis vitalis ).
Dengan keberhasilan Friederich Wohler dalam membuat urea (senyawa organik) dari ammonium sianat ( senyawa anorganik ) pada tahun 1828, maka keyakinan adanya pengaruh ‘vital force’ dalam pembentukan senyawa organik semakin goyah. Dalam perkembangan selanjutnya diperoleh suatu kesimpulan bahwa diantara senyawa organik dan anorganik tidak ada perbedaan mengenai hukum- hukum kimia yang berlaku.
Meskipun diantara senyawa organik dan senyawa anorganik tidak ada perbedaan yang hakiki sebagai senyawa kimia, namun pengkajiannya tetap dipandang perlu dipisahkan dalam cabang kimia yang spesifik.
Secara garis besar alasan yang melandasi pemisahan bidang kajian kimia organik dan kimia anorganik adalah :
- jumlah senyawa organik jauh lebih banyak daripada senyawa anorganik.
- semua senyawa organik mengandung atom karbon, yang mempunyai keunikan dalam hal kemampuannya membentuk rantai dengan sesama atom karbon, dan mempunyai sifat-sifat khas.
B. PERBEDAAN KIMIA ORGANIK DAN ANORGANIK
| No | Senyawa organik | Senyawa Anorganik |
| 1 | Kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis | Berasal dari sumber daya alam mineral ( bukan makhluk hidup) |
| 2 | Senyawa organik lebih mudah terbakar | Tidak mudah terbakar |
| 3 | Strukturnya lebih rumit | Struktur sederhana |
| 4 | Semua senyawa organik mengandung unsur karbon | Tidak semua senyawa anorganik yang memiliki unsur karbon |
| 5 | Hanya dapat larut dalam pelarut organik | Dapat larut dalam pelarut air atau organik |
| 6 | CH4, C2H5OH, C2H6 dsb. | NaF, NaCl, NaBr, NaI dsb. |
Selamat Datang
25 Jan 2012 1 Komentar
Selamat datang di blog pribadi saya.
Ini hanya berupa tulisan-tulisan saya yang sifatnya bebas tanpa ikatan, apapun akan dibahas dalam blog ini. Welcome to my world, baby

